Selasa, 15 November 2011

ASEAN Makin Berperan Dalam Perekonomian Global

Menteri Keuangan RI Agus Martowardojo mengatakan pertumbuhan ekonomi yang tetap stabil dan kuat semakin menjadikan kawasan ASEAN memiliki peranan penting dalam perekonomian global.
alt
“Di tengah ketidakpastian perekonomian global, ASEAN memiliki pertumbuhan ekonomi yang tetap stabil dan kuat sehingga ASEAN memegang peranan penting dalam ekonomi global,” kata Agus dalam The 8th ASEAN Finance Minister's Investor Seminar (AFMIS) di Jakarta, Selasa (8/11).
Ia memaparkan, negara-negara berkembang memiliki peran dalam menjaga angka pertumbuhan ekonomi global dan dengan jumlah penduduk sekitar 600 juta, ASEAN dapat menjadi salah satu wilayah penunjang ekonomi dunia tersebut. Untuk itu, dalam mendorong integrasi antarnegara ASEAN, kerja sama juga perlu ditingkatkan, terutama terkait bidang keuangan dan pembiayaan sarana infrastruktur serta pasar modal.
Selain itu, dalam mendukung pembangunan sarana infrastruktur di kawasan ASEAN, saat ini telah terbentuk ASEAN Infrastructure Fund (AIF) pada September lalu sebagai komitmen untuk mengurangi kesenjangan infrastruktur antarnegara ASEAN.
Ditambahkannya, dalam rangka meningkatkan nilai kompetitif ASEAN di mata dunia, akan diupayakan agar ASEAN menjadi wilayah yang terbuka bagi para investor. Salah satunya adalah memungkinkan liberalisasi wilayah ASEAN untuk menjadi ramah investasi.
“Artinya ASEAN akan melindungi investor dan investasinya, membuat aturan serta kebijakan investasi yang lebih transparan dan mempromosikan wilayah ASEAN sebagai daerah berbasis produksi. Harapannya adalah investor akan menganggap wilayah ASEAN merupakan daerah yang tepat untuk berinvestasi,” katanya.
Sekretaris Jenderal ASEAN Surin Pitsuwan mengatakan, negara anggota ASEAN perlu meningkatkan integrasi antarwilayah dengan membangun sarana infrastruktur untuk memperkecil disparitas kesenjangan ekonomi negara-negara di Asia Tenggara.
“Ini adalah strategi untuk mencapai pertumbuhan tinggi serta menjaga tingkat kompetitif, karena kami tidak mungkin bersaing apabila tidak memiliki jaringan infrastruktur yang kuat,” kata Surin.
Ditambahkannya, memperkecil kesenjangan antarwilayah merupakan salah satu tantangan ASEAN saat ini, dan dengan meningkatkan sarana infrastruktur, diharapkan dapat mengundang investasi masuk ke wilayah Asia Tenggara.
“Disparitas merupakan salah satu kelemahan ASEAN saat ini, kami harus mempercantik diri agar investasi makin masuk dan berkembang di wilayah kami,” ujarnya.
Pada kesempatan yang sama, Direktur Pelaksana Bank Dunia Sri Mulyani Indrawati mengatakan kawasan ASEAN perlu menaikkan tingkat investasi yang berkualitas karena ini akan berdampak pada pertumbuhan kawasan ASEAN.
Ditambahkannya, untuk meningkatkan kualitas itu, ada tiga hal yang perlu diperhatikan bagi kawasan ASEAN. Pertama,  adalah masalah infrastruktur,  oleh karena itu program pemerintah untuk membangun infrasatruktur sangat penting untuk bisa dijalankan, tepat waktu, tepat kualitas.
Kedua,  masalah yang terkait dengan institusi. “Negara di ASEAN masih butuh untuk memperbaiki kualitas dari institusinya sehingga mereka bisa mempersiapkan infratsruktur itu untuk bisa dibangun tepat waktu, tepat kualitas, dan tepat harga tentunya,” kata Sri MUlyani.
Ketiga, peningkatan sumber daya manusia. Diakuinya, banyak negara ASEAN masih memiliki presentasi yang tinggi dari sisi unskill labour, termasuk Indonesia, Malaysia, Thailand.
“Ini artinya, investasi dibidang pendidikan tinggi perlu diperbaiki, sehingga tidak hanya menghasilkan orang yang punya ijazah, tapi mereka juga harus bisa masuk ke pasar tenaga kerja yang baik, dan pendidikan tinggi juga harus bisa menghasilkan riset yang bisa memperbaiki teknologi sehingga bisa memperbaiki produktivity dalam perekonomian,” katanya.(ismadi/rm)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar