Selasa, 15 November 2011

ASEAN Minta Zona Bebas Nuklir Dihormati

Kementerian Luar Negeri menegaskan Indonesia dan ASEAN akan terus mendorong lima negara pemilik senjata nuklir utama dunia (P5) menghormati dan mendukung proses aksesi Protokol Zona Bebas Senjata Nuklir Asia Tenggara (SEANWFZ).

"Indonesia ingin menjaga momentum yang ada tahun ini," kata Direktur Politik dan Keamanan ASEAN Kemenlu RI Ade Padmo Sarwono kepada wartawan saat menjelaskan perkembangan hasil pertemuan hari pertama pejabat tinggi (SOM) dan agenda lanjutan SOM KTT ke-19 ASEAN di Nusa Dua, Bali, Minggu (13/11).
Ia mengatakan, momentum baik tersebut adalah adanya komitmen P5 untuk terlibat dalam pembicaraan dengan negara-negara yang memiliki traktat SEANWFZ dan pembahasan soal Protokol SEANWFZ dalam Sidang Umum PBB ke-66 tahun ini.
"Momentum tersebut harus mampu dijaga ASEAN, termasuk pertemuan Komite Eksekutif Komisi SEANWFZ dengan P5, Senin (14/11) yang menjadi rangkaian kegiatan KTT ke-19 ASEAN dan KTT ke-enam Asia Timur," katanya.
Laporan Dirjen Kerja Sama ASEAN Kemenlu RI menyebutkan, pertemuan menteri ASEAN di Bali Juli lalu juga memfokuskan perkembangan proses aksesi Protokol SEANWFZ itu oleh negara-negara pemilik senjata nuklir.
Pertemuan Komite Eksekutif Komisi SEANWFZ dengan P5 (Amerika Serikat, China, Rusia, Inggris, dan Prancis) dijadwalkan berlangsung esok sore (24/11) di Kintamani 6, Bali Nusa Dua Convention Center (BNDCC). Pertemuan tersebut merupakan rangkaian kegiatan KTT ke-19 ASEAN dan KTT ke-enam Asia Timur yang berlangsung sejak Minggu (13/14) hingga 19 November.(MC ASEAN/dry)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar