Sabtu, 19 November 2011

Indonesia-Australia Ajukan Manajemen Penanganan Bencana

Indonesia bersama dengan Australia akan mengajukan gagasan mengenai post disaster management untuk mengkoordinasikan bantuan untuk negara yang terkena bencana alam. Proposal akan diajukan di tingkat Senior Officials Meeting (SOM) dan tingkat pemimpin (leaders) jika sudah difinalisasi. Hal ini diungkapkan oleh Djauhari Oratmangun, Direktur Jenderal Kerjasama ASEAN di sela-sela pertemuan bilateral membahas persiapan KTT ASEAN ke-19 dan pertemuan terkait lainnya bulan November nanti.

Direktur Jenderal Kerjasama ASEAN, Djauhari Oratmangun mengatakan, “Proposal akan diajukan di tingkat Senior Officials Meeting (SOM) dan tingkat pemimpin (leaders) jika sudah difinalisasi. Pagi ini kita bertemu dengan pejabat senior dari Australia, Amerika dan White House membahas persiapan KTT ASEAN November yang akan dihadiri kepala negara mereka nanti dapat memberikan kontribusi positif”.
Ketika ditanya mengenai isu khusus lainnya yang dibahas, Djauhari mengatakan tidak ada isu spesifik yang diangkat. Selain dengan Australia, Indonesia juga menghimbau agar Amerika dan Australi memberikan kontribusi dokumen untuk pemimpin dalam KTT ASEAN mendatang dan mendukung penuh Keketuaan Indonesia di ASEAN. “Kami juga menginformasikan ke mereka mengenai East Asia Joint Statement on Connectivity yang secara langsung meminta agar East Asia mendukung pelaksanaan Masterplan ASEAN Connectivity,” ujar Djauhari.
Sejak pembentukan ASEAN dan terbitnya Piagam ASEAN 15 Desember 2008 lalu ASEAN telah berkembang positif dibawah terutama tahun ini pada Keketuaan Indonesia pada ASEAN. Ada tiga ketetapan Presiden RI mengenai Keketuaan Indonesia pada ASEAN tahun ini yaitu: kemajuan signifikan dalam membangun komunitas ASEAN, membangun kawasan arsitektur regional yang aman dan maju sehingga pertumbuhan bergeser ke kawasan ASEAN, dan ASEAN Community in a Global Community of Nations. Poin-poin strategis ini diharapkan menjadi kontribusi ASEAN dalam menjaga stabilitas kemanan di tataran global sehingga negara-negara ASEAN dapat maju bersama-sama.
Dikatakan Djauhari, “Minat negara yang menguasai pertumbuhan ekonomi dunia bergeser ke ASEAN. Ketika yang lain dilanda krisis kawasan ini tetap menikmati pertumbuhan positif. ASEAN dianggap sebagai prime mover untuk memajukan pertumbuhan ekonomi di kawasan ini.”
Perkembangan pesat yang dicapai ASEAN selama 44 tahun inilah yang membuat negara yang menguasai ekonomi dunia seperti Amerika dan Rusia ingin berpartisipasi dalam East Asia Summit pertama kalinya.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar