Kamis, 17 November 2011

Indonesia Usulkan EED Dalam KTT Ke-19 ASEAN

Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Hatta Rajasa mengatakan pemerintah Indonesia mengusulkan sekaligus mencetuskan suatu program, yakni Entrepreneurship and Enterprise Development (EED) atau Program Kewirausahaan dan Pengembangan Usaha dalam KTT ke-19 ASEAN.

"Program ini diusulkan dalam rangka memberdayakan masyarakat miskin dan membantu usaha kecil dan menengah," kata Hatta di Bali International Convention Center, Nusa Dua Bali, Kamis (17/11).
Menurutnya, dalam rapat ASEAN Community Economic Council telah disepakati sejumlah pilar penting untuk menyatukan masyarakat ekonomi ASEAN pada 2015. Salah satu pilar adalah mengurangi kesenjangan ekonomi dan kemiskinan di kawasan Asia Tenggara melalui penyediaan fasilitas pendanaan untuk pemberdayaan masyarakat miskin dan kelompok usaha kecil dan menengah (UKM).
Selain itu, dalam program EED diusulkan ada semacam fasilitas kredit bagi masyarakat miskin serta pengusaha kecil dan menengah yang menyerupai kredit usaha rakyat (KUR), sehingga kelompok UKM menjadi bagian dari rantai suplai ekonomi kawasan ASEAN. “Intinya mempercepat peningkatan kesejahteraan dan mengurangi kesenjangan pembangunan di antara negara-negara ASEAN,” tuturnya.
Direktur Jenderal Perdagangan Luar Negeri Gusmardi Bustami mengatakan upaya mengurangi kesenjangan ekonomi antar-negara merupakan isu penting yang jarang dibahas dalam rapat pimpinan negara anggota ASEAN. Karenanya, lanjut Bustami, program EED menjadi begitu penting untuk dibahas mengingat jadwal pembentukan masyarakat Komunitas ASEAN 2015 semakin mendekat.
"Tapi, sejauh ini, konsep dan mekanisme pelaksanaan program EED belum jelas, karena baru sebatas usulan yang masih dibahas," katanya.(MC ASEAN)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar