Selasa, 15 November 2011

Keseimbangan Ekonomi ASEAN Jadi Perhatian SEOM

akil Menteri Perdagangan Bayu Krisnamurthi mengatakan keseimbangan ekonomi ASEAN, yang merupakan pilar dalam pencapaian Masyarakat Ekonomi ASEAN, menjadi hal yang penting dikedepankan dalam pertemuan ASEAN Senior Economic Officials Preparatory Meeting (SEOM) di Nusa Dua, Selasa (15/11).

"Memang ini yang kemudian menjadi perhatian kita semua dan ini kita kembangkan lebih lanjut," kata Bayu saat mendampingi Ibu Wapres Herawati Boediono ketika meninjau persiapan ASEAN Textile Exhibition di Bali International Convention Center.
Dalam pencapaian Masyarakat Ekonomi ASEAN, pilar pertama adalah menjadikan ASEAN sebagai pasar tunggal dan basis produksi regional, sedangkan pilar kedua adalah menjadikan ASEAN sebagai kawasan berdaya saing tinggi.
Dijelaskannya, pilar ketiga sangat mungkin untuk diwujudkan mengingat hampir seluruh faktor ekonomi ASEAN itu sangat menarik. "Dilihat dari kompetisi untuk investasi ASEAN salah satu yang paling baik, dari ekspor kita sekarang salah satu yang paling baik, dari daya tahan ekonomi makro ASEAN yang paling baik," ujarnya.
Selain itu, dari sekian banyak kawasan, saat ini kawasan ASEAN adalah regional yang paling sehat di dunia, sehingga saat ini ASEAN menjadi menarik bagi siapapun. "Kemarin juga ditunjukan di APEC bahwa sangat banyak sekali dari para pelaku negara-negara lain yang ingin masuk ke ASEAN, saya kira kalau dilihat dari daya saing, kita salah satu yang terbaik," tambahnya.
Direktur Jenderal Kerjasama Perdagangan Luar Negeri Kementerian Perdagangan Gusmardi Bustami mengatakan fokus pencapaian target Masyarakat Ekonomi ASEAN selama ini lebih banyak pada pilar pertama dan kedua. Akibatnya, seakan-akan pilar ke-3 yakni keseimbangan ekonomi internal dan eksternal belum mendapat banyak perhatian.
"Di akhir tahun keketuan Indonesia, pilar ketiga akan menjadi prioritas penting," kata Gusmardi yang juga Ketua Delegasi Indonesia dalam pertemuan ASEAN Senior Economic Officials Preparatory Meeting (SEOM).
Menurutnya, dalam pertemuan SEOM, Indonesia akan mengurangi kesenjangan ekonomi kawasan, baik internal maupun eksternal, dengan memberikan berbagai macam solusi. "Kalau usulan solusi Untuk internal, kita bisa meningkatkan peran UKM dalam ekonomi nasional, sedangkan untuk eksternal berupa kerjasama investasi dan perdagangan," pungkasnya.(MC ASEAN/dry)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar