Selasa, 15 November 2011

Megaproyek Konektivitas ASEAN Butuh Peran Swasta

Duta Besar RI untuk ASEAN I Gede Ngurah Swajaya mengatakan untuk mewujudkan megaproyek konektivitas ASEAN dibutuhkan keterlibatan pihak swasta yang sangat besar.

"Peran swasta sangat besar, tapi yang penting adalah proyeknya, kalau proyeknya menurut mereka menarik, mereka tentu akan melibatkan diri, tapi komitmen sebenarnya sudah ada," kata Ngurah di Bali Nusa Dua Convention Center (BNDCC), Senin (14/11) malam.
Ia menjelaskan ada 15 proyek prestisius ASEAN dengan total nilai US$60 miliar. Tiga di antara proyek tersebut segera direalisasikan pada 2012 yakni pembangunan infrastruktur jalan raya, kereta api, dan kapal laut. Pembangunan jalan raya direncanakan menghubungkan seluruh anggota ASEAN. "Trayek kereta api melalui China, Singapura, Malaysia, dan Indonesia. Sedangkan rute kapal ferry menghubungkan Filipina, Kepulauan Riau, dan Indonesia Timur," ujarnya.
Dia mengatakan saat ini telah terkumpul US$485 juta dolar dan diperkirakan dalam tahun ini bisa terkumpul secara total lebih dari US$3 miliar. “Kami perkirakan akan terkumpul dana sekitar US$3,6 miliar sebagai dana pendampingan untuk dapat meraup total dana yang diperlukan US$60 miliar,” katanya.
Sebelumnya, Sekjen ASEAN Surin Pitsuwan mengatakan pembangunan kawasan ASEAN yang tidak melibatkan peran swasta tidak akan bisa menjadi kuat, terbuka dan kompetitif.
Menurutnya, kerjasama antara sektor swasta dan pemerintah di ASEAN ini idealnya dalam bentuk kerjasama saling menguntungkan satu sama lain sehingga pembangunan yang berkesinambungan dapat terwujud. "Sektor swasta memperoleh keuntungan, kita juga mendapatkan benefit-nya. Peluang ini terbuka dan kami akan menyambutnya dengan baik," kata Surin.(MC ASEAN/dry)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar