Rabu, 16 November 2011

Putri Pariwisata Songsong Komunitas ASEAN 2015

Presiden RI Susilo Bambang Yudhoyono menyempatkan diri menyapa beberapa Putri Pariwisata, saat berkunjung ke Pusat Media Massa (Media Center) KTT ke-19 ASEAN di Singaraja  Hall, Bali Nusa Dua Convention Hall (BNDCC), Rabu (16/11).

“Selamat siang, apa kabar?” sapa Presiden kepada para putri yang ikut membantu di Media Center itu.
“Kabar baik,” sahut salah satu putri. “Kabar Bapak juga bagaimana?” timpal putri lainnya.
Percakapan singkat itu terjadi di sela-sela kesibukan Presiden menginspeksi kesiapan Media Center yang telah beroperasi secara penuh sejak 15 hingga 19 November 2011, selama berlangsungnya pertemuan pemimpin negara-negara ASEAN dan pertemuan terkait lainnya.
Sejenak Presiden dan para putri saling sapa, Menteri Komunikasi dan Informatika Tifatul Sembiring kembali memandu Presiden SBY untuk berkeliling melihat sejumlah fasilitas lainnya. Media Center  KTT ke-19 ASEAN ini dilengkapi TV Pool, Studio Mini Broadcaster Center, hingga Joint Editor. Setelah berkeliling ruangan sekitar lima menit, di depan pintu, Presiden SBY sempat melempar senyum kepada sejumlah fotografer dan kameraman, untuk kemudian pamit meninggalkan Media Center.
Sedangkan Rieke Carolina, Cynthia Sandra Tidajoh, Melisa Putri Latar, dan Ita Rossyani Dewi, tetap setia melempar senyum kepada pengunjung Media Center. “Kita harus ramah dalam memberikan infomasi kepada semua pengunjung di sini,” kata Ita, yang baru-baru ini menyabet 1st Runner Up Miss Tourism Indonesia 2011.
Keempat putri ini sepakat ciri khas Indonesia adalah keramahtamahan.  Mereka juga beranggapan dengan cara-cara yang ramah pula berbagai berbagai persoalan dapat diselesaikan. Semisal, ribut-ribut soal batik antara Indonesia dan Malaysia. “Sebenarnya tidak ada yang perlu diributkan, karena batik Indonesia dan Malaysia itu berbeda dalam kreativitas pembuatannya. Tinggal kita jelaskan saja,” ujar Ita, yang bersama rekan-rekannya tergabung dalam El John.
Soal tugas utama mereka di arena KTT ASEAN, putri-putri ini mengaku diminta untuk membantu petugas Media Center menjelaskan kepada para wartawan segala informasi kegiatan KTT. “Terutama tentang berbagai meeting yang berlangsung setiap hari,” kata Chintya, yang pada 2010 pernah terpilih sebagai Miss Tourism International Indonesia.
Tentu saja, timpal Melisa, sekaligus mereka akan berusaha menjadi duta pariwisata yang baik bagi Indonesia. “Kami bertugas menginformasikan kepariwisataan Indonesia, termasuk juga ASEAN, agar citra kawasan ini semakin baik di mata dunia,” kata Miss Tourism Indonesia dan Miss Marine Indonesia 2011 ini.
Ada nada greget dari kalimat Rieke, 1st Runner Up Miss Tourism Queen of the Year International 2010. Ia menegaskan perlunya generasi muda untuk mau memahami tentang ASEAN. “Kita banyak belajar soal ASEAN hanya di bangku sekolah dasar. Pelajaran tentang ASEAN bagi remaja harus diperbanyak, karena remaja sekarang inilah nantinya yang akan merasakan arti penting Komunitas ASEAN di tahun 2015,” ujarnya. (***)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar