Sabtu, 19 November 2011

Simulasi Kedatangan Kepala Negara Jelang Pembukaan KTT ASEAN

Personel pengaman gabungan dari Pasukan Pengamanan Presiden (Paspampres), Kepolisian Negara RI (Polri) dan Tentara Nasional Indonesia (TNI) melakukan simulasi kedatangan kepala negara atau kepala pemerintahan di Bali Nusa Dua Convention Center (BNDCC) di Nusa Dua, Senin (14/11).
Simulasi dilakukan terutama di luar gedung BNDCC lengkap dengan korps musik dari Paspamres yang melakukan penyambutan setibanya mobil yang membawa kepala negara atau kepala pemerintahan tiba di gedung BNDCC.
Saat dilaksanakan simulasi semua kendaraan menuju BNDCC dilarang memasuki gerbang dan mereka disuruh untuk parkir di luar halaman gedung BNDCC. Seorang petugas pengamanan mengatakan bahwa semua kendaraan dilarang masuk, karena masih melakukan simulasi dan penumpangnya disuruh jalan kaki menuju gedung BNDCC.
15.000 prajurit 
Untuk mengamankan pelaksanaan KTT ASEAN 2011 yang akan dihadiri 16 pimpinan negara ASEAN dan negara-negara mitra wicaranya, pemerintah mengerahkan sekitar 15 ribu prajurit TNI dan Polri dari berbagai satuan.
Dari 15 ribu personel yang dikerahkan itu, 7.562 orang berasal dari Komando Operasional Pengamanan TNI, 750 orang dari Satgas Pengamanan VVIP dan 2.563 orang dari Satgas Pengamanan Wilayah.
Selain itu, terdapat pula Satgas Pengamanan Laut sekitar 600 personel, Satgas Pengamanan Udara 300 personel, satuan intelijen sekitar 200 personel dan aparat Polri sekitar 1.799 personel.
Sementara sejumlah alat utama sistem senjata disiagakan, seperti 16 unit panser ANOA, enam unit helikopter yang terdiri atas Mi-17, Mi-35, Bell-412, dan Puma.
Disiagakan pula satu "flight" pesawat tempur F-16 Fighting Falcon, tiga kapal perang, tiga unit "sea rider" dan satu baterai rudal Batalyon Arhanud sembilan pucuk.
Sejumlah alat utama sistem senjata itu tergelar di area Nusa Dua dan sekitarnya. Namun, beberapa lainnya disiagakan di sejumlah lokasi lainnya.(MC ASEAN/dry)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar