Selasa, 15 November 2011

Wapres Tinjau Kesiapan Keseluruhan KTT ASEAN

Wakil Presiden RI Boediono, didampingi sejumlah Menteri dan  Kepala Kepolisian RI, meninjau kesiapan pelaksanaan KTT ke-19 ASEAN di BNDCC Nusa Dua Bali, Selasa (15/11). Mulai dari kesiapan keamanan serta sarana dan prasarana pendukungnya.

Di luar gedung BNDCC, aparat keamanan yang terdiri dari Pasukan Pengamanan Presiden, TNI dan Polri kembali melakukan simulasi kedatangan kepala negara di kawasan Nusa Dua BNDCC. Simulasi tersebut  dipantau langsung Menteri Sekretaris Negara Sudi Silalahi. Pintu masuk utama yang semula dapat dilalui jurnalis dan tamu lainnya pun kini tidak diperbolehkan masuk. Melainkan harus melalui pintu utara gedung BNDCC.
Aparat keamanan melalukan simulasi pengamanan kedatangan yang membawa tamu negara ke KTT ke-19 ASEAN dengan mobil berplat merah bertuliskan "Tamu Negara" dengan persenjataan lengkap. Jurnalis dan tamu lainnya pun kini tidak lagi diperkenankan masuk melalui pintu masuk utama yang semula dapat dilalui.
Melainkan harus melalui pintu utara gedung BNDCC. Sehingga jurnalis masuk melalui pintu Uluwatu setelah melewati mesin sensor ID card (RF ID Card Check point), yang menandakan tamu undangan yang terdaftar. "Semua harus melewati sensor ini, yang tidak memiliki ID tidak diperkenankan masuk," ujar salah seorang petugas keamanan.
Sementara itu, Menteri Komunikasi dan Informatika Tifatul Sembiring beserta Wakil  Kepala Kepolisian RI Komjen Pol Nanan Soekarna mendampingi Wakil Presiden RI Budiono yang meninjau kesiapan pelaksanaan pertemuan, serta mengecek sejumlah kelengkapan bagi jurnalis di ruang media center.
Wapres mengaku puas dengan kesiapan KTT Asean 19. "Saya merasa puas dengan kesiapannya insyaallah dapat berjalan lancar dan baik. Ini menurut saya sesuai dan dapat memenuhi dengan standar manapun, ini juga akan dicek terus dengan Menteri Sekretaris Negara. nampaknya semua sudah bisa berjalan dengan baik tinggal menyelesiakan hal-hal yang lebih kecil mudah-mudahan kita bisa menjadi tuan rumah yang baik," ujar Wapres.
Dalam kesempatan tersebut Menkominfo menjelaskan, sarana dan prasarana yang digunakan. Mulai dari sarana broadcast center sampai ruang press conference. "Tempat ini dapat memuat sekitar 300 orang jurnalis," kata Menkominfo.(dry)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar